IBX5A1391867A36C

Selasa, 26 Desember 2017

7 Kesalahan Fatal Sebelum Membuat Rumah-Hunian Jadi Kurang Nyaman



7 Kesalahan Fatal Sebelum Membuat Rumah-Hunian Jadi Kurang Nyaman

Memiliki rumah sendiri dari hasil jerih payah sendiri merupakan kebanggaan yang tidak bisa diukur dengan apapun. Namun untuk mencapainya, diperlukan usaha yang keras dan penuh dengan perjuangan. Bahkan bukan hanya mengumpulkan dana saja yang memerlukan waktu, melainkan juga mengumpulkan kesiapan secara mental. Maka dari itulah memang benar jika membuat rumah itu memang ribet dan berat.

Setergesa-gesa apapun, membangun rumah tidak bisa dipercepat karena harus detail. Rumah akan berdiri dalam jangka waktu yang lama, jadi harus dibuat sekokoh mungkin. Jika tidak, dalam waktu sebentar saja, rumah akan cepat roboh. Kualitas material pun harus diperhatikan dengan baik untuk menunjang bangunan yang berkualitas. Bahkan bukan hanya itu saja, hal yang penting juga adalah pengawasan dalam pembangunan. Walaupun sudah diserahkan kepada kontraktor, namun akan lebih baik jika pembangunan rumah diawasi sendiri.

Namun dewasa ini, banyak rumah murah yang dijual. Harganya menggiurkan di tengah kebutuhan akan tempat tinggal yang semakin tinggi. Bukan hanya itu saja, pembeli tidak teliti dalam membeli. Yang penting mendapatkan tempat tinggal yang nyaman. Padahal kenyamanan bertempat tinggal tidak hanya sebatas merasakan kebersihan lingkungannya saja, melainkan juga memperhatikan kelengkapan administrasi rumah agar suatu saat tidak terjadi masalah. 


Berikut adalah 7 kesalahan yang sering dilakukan dalam membuat rumah yang sebaiknya dihindari :
       Melanggar kebijakan dan aturan pemerintah dalam pembangunan rumah. Kita hanya butuh membangun rumah saja. Maka suatu saat akan ada sanksi yang menyertai sehingga akan sangat merugian kita sendiri. Kesalahan ini akan terkait dengan maslaah administrasi. Rumah akan dilengkapi dokumen administrasi yang lengkap. Jika tidak ada, maka akan sangat menghambat dan sudah pasti akan bermasalah suatu hari nanti.
       Tidak memiliki perencanaan ukuran bangunan yang seharusnya disesuaikan dengan ukuran lahan atau tanah yang ada. Yang terpikir hanyalah keinginan untuk segera memiliki rumah, tanpa berpikir panjang dalam perencanaan. Bahkan sampai melewati batas tanah dengan masuk ke tanah tetangga. Kasus ini akan menjadi perkara yang besar.
       Pembengkakan budget membuat rumah karena kekurangan perencanaan biaya yang ada. Kesalahan ini harus benar-benar dihindari, karena akan memberatkan kita sendiri. Belum terhitung uang pembelian materil dan upah pekerja yang akan selalu meningkat. Bisa dikalikan jika pembangunan berlangsung selama berbulan-bulan, maka akan semakin besar biaya yang dihabiskan. Jika tidak memiliki budget cukup, maka proses pengerjaan akan terhambat atau bahkan berhenti.
       Kesalahan memilih kontraktor yang kurang profesional. Bukannya membantu tetapi malah merugikan. Hal ini sangatlah merugikan nantinya.
       Terlalu percaya dan tunduk dengan konsep desain rumah yang diberikan oleh desainer rumah. Ini karena kita tidak memiliki ide sendiri. Akhirnya rumah yang kita inginkan tidak sama dengan apa yang kita inginkan.

Membuat rumah itu hal yang penting, tidak bisa terburu-buru jika ingin hasilnya memuaskan. Bahkan persiapan demi persiapan harus dilakukan dalam waktu yang lama, yakni jauh-jauh hari sebelumnya. Jangan sampai kesalahan-kesalahan terus terjadi sehingga merusak kenyamanan bertempat tinggal.


Kamis, 21 Desember 2017

Ketika Suami Pelit Menafkahi Istri



Ketika Suami Pelit Menafkahi Istri

Ada Sebuah Pertanyaan Bahwa Suami Pelit Menafkahi Istri : Assalamualikum saya sudah menikah hampir 2 tahun,,,awal pernikahan suami rajin memberikan saya uang untuk keperluan pribadi,,,tpi stelah 3 bulan kemudian,,,suami malah jarang memberikan sya uang,,st3lah gajian dya slalu beli kebutuhan kameranya,,katanya “kamera menghasilkan uang” sya tersinggung ,mungkin karna sya tdk menghasilka uang,,jadi dya tdk memberikannya kpada sya,,,kami memang punya konter dan sya slalu ambil uang buat beli sayur dsna,,,tapi untuk slebihnya sya tdk berani,,karna kalo hilang 10ribu aja sya di introgasi uangnya di kmanain,,,sya tdk tau bagaimana sya harus bersikap,,setiap gajian dya jarang memberitahu sya,,,sya tw dri orang lain,,,dan dya tdk pernah memberikan sya uang untuk kebutuhan pribadi sya ,stiap sya ngomongin uang dya slalu emosi,,,kalo sya marah sya diem gak ,tapi dya gak peka peka,


Begini Kira–Kira Jawabannya : Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.
Bismillah wassholaatu wassalam ‘ala Rasulillah, waba’du.

Pertama, kepada para suami kami berpesan, supaya bertakwalah kepada Allah dalam memimpin rumah tangga anda. Nabi shallallahu’alaihi wasallam berpesan tegas kepada anda,
فاتقوا الله في النساء فإنكم أخذتموهن بأمان الله، واستحللتم فروجهن بكلمة الله
“Bertakwalah kalian kepada Allah dalam urusan wanita. Sesungguhnya kalian telah mengambil mereka dengan amanat dari Allah dan menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah.“ (HR. Muslim)


Pesan ini beliau sampaikan dalam khutbah haji wada’, ketika wukuf di padang Arafah dan di penghujung usia beliau. Ini menunjukkan pentingnya pesan tersebut. Karena disampaikan di waktu yang mulia; saat wukuf di Arafah, tempat yang mulia; padang Arafah dan di akhir usai beliau. Kita semua menyadari, bawa pesan yang disampaikan di akhir-akhir kehidupan adalah pesan yang sangat penting. Karena pesan tersebut adalah pesan perpisahan.
Cukuplah ini menjadi cambukan untuk para suami, untuk benar-benar bertanggung jawab terhadap istrinya. Termasuk dalam permasalahan nafkah. Allah ta’ala berpesan secara khusus kepada para suami, untuk benar-benar mencukupi nafkah istri,
وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ
Kewajiban ayah memberi makan dan pakaian (nafkah) kepada para istri dengan cara ma’ruf. (QS. Al-Baqarah : 232)
Ayat ini menjadi dalil tegas, bahwa kewajiban memberi nafkah anak istri, berada di pundak para suami.
Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan tafsir ayat di atas,
وعلى والد الطفل نفقة الوالدات وكسوتهن بالمعروف ، أي : بما جرت به عادة أمثالهن في بلدهن من غير إسراف ولا إقتار
“Bagi ayah, bertanggungjawab menafakahi dan memberi sandang yang ma’ruf.”
Kemudian berliau menjelaskan makna ma’ruf pada ayat,
“Yaitu nafkah yang layak sesuai yang berlaku di daerah yang dia tinggali, tanpa berlebihan dalam memberi nafkah dan juga tidak pelit.”
(Lihat Tafsir Ibnu Katsir untuk ayat di atas).
Yang membuat miris, ketika mendengar keterangan yang melatarbelakangi sifat pelit tersebut adalah, lebih mementingkan kamera dari pada nafkah wajib kepada orang yang menjadi tanggungjawabnya. Padahal kita semua sepakat, bahwa manusia adalah makhluk Allah yang paling mulia, Allah yang menerangkan dalam firmanNya,
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا
Sesungguhnya Kami telah muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (QS. Al-Isra’ : 70)
Akankah benda mati seperti kamera, nafkahnya lebih layak untuk didahulukan daripada manusia bermartabat yang menjadi tanggungan nafkahnya?!
Semua tindak tanduk kita akan ditanya oleh Allah ‘azza wa jalla kelak di hari kiamat. Dan tak luput dari pertanyaan itu, tentang harta anda, dari mana anda dapat dan untuk apa anda habiskan.
Ingatlah saudaraku para suami yang kami cintai karena Allah, ada sebuah hadis shahih menjelaskan, tentang seorang wanita yang disiksa di neraka disebabkan ia menelantarkan seekor kucing. Bagaimana lagi dengan seorang yang menelantarkan manusia, yang menjadi tanggungjawab nafkahnya?!
Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
عذبت امرأة في هرة سجنتها حتى ماتت فدخلت فيها النار لا هي اطعمتها ولا سقتها إذ حبستها ولا هي تركتها تأكل من خشاش الأرض
“Ada seorang wanita yang diadzab karena seekor kucing. Dia kurung seekor kucing sampai mati, sehingga dia masuk neraka. Dia tidak memberinya makan, tidak pula minum, dan tidak dilepaskan sehingga bisa makan binatang melata tanah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kedua, dalam Islam, dibolehkan bagi istri untuk mengambil penghasilah suami meski tanpa izin dan sepengetahuannya di saat suami pelit. Pelit dalam artian, nafkah yang dia berikan tidak bisa mencukupi kebutuhan primer istri dan anak-anak, atau bahkan suami sama sekali tidak memberinya jatah.
Dasarnya adalah, hadis tentang Hindun binti ‘Utbah radhiallaahu ‘anha, saat beliau mengadu kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ya Rasulullah, Abu Sufyan itu (suami Hindun) tidak memberikan nafkah yang mencukupi kebutuhanku dan kebutuhan anakku.”
خذي من ماله بالمعروف ما يكفيك ويكفي بنيك
“Ambillah sebagian dari hartanya secara baik-baik, sesuai dengan apa yang mencukupi kebutuhanmu dan anakmu.” Jawab Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
(HR. Bukhari 2211 dan Muslim 4574). Sumber: KonsultasiSyariah.com .Dengan beberapa pengubahan tata bahasa oleh redaksi.

Selasa, 19 Desember 2017

Hidup Sehat Dengan Berpikiran Positif



Hidup Sehat Dengan Berpikiran Positif

Sadarkah kalian kalau kita hidup di lingkungan yang kotor dan tidak sehat? Tanpa kita sadari kita hidup di lingkungan yang penuh dengan life-toxins. Apa itu life-toxins?

Life-toxins itu seperti radikal bebas. Contohnya polusi dari asap rokok, asap kendaraan bermotor, radiasi sinar UV, makanan tidak sehat, sampai dengan zat-zat kimia yang melayang di udara. Tanpa disadari kita berhadapan dengan hal tersebut di kehidupan sehari-hari.


Namun life-toxins tidak hanya berupa zat atau senyawa. Life-toxins juga dapat berupa emosional. Namanya juga racun, intinya life-toxins itu adalah hal-hal yang meracuni kehidupan kita, seperti lagunya Changcuters, Racun Dunia. *halah*



Contoh life-toxins lainnya adalah berupa tekanan emosional yang biasa dihadapi para wanita seperti saya. Mulai dari masalah PMS dan derita bulanan para wanita, kemacetan Jakarta yang membuat banyak orang dapat melatih kesabaran, deadline kerjaan yang bisa bikin rambut rontok, relationship atau masalah keluarga yang sering membuat kepikiran, hingga masalah sepele yang bikin stress. Tekanan emosional seperti ini juga termasuk dalam kategori life-toxins lho dan entah kenapa wanita lebih sering bersinggungan dengan life-toxins.

Life-toxins memang tidak dapat dihindari, namun bisa disiasati dengan beberapa cara. Salah satunya adalah dengan menyeimbangkan kehidupan kita ketika kita menghadapi masalah yang berat.
 

Caranya?. Gampang aja, yaitu berpikir positif. Saya sadar berpikiran positif membuat hidup saya lebih tenang. Rasanya hidup lebih bahagia jika mindset kita ke arah positif. Jangan sampai hal sepele membuat kita berpikiran negatif yang mengakibatkan stress dan sukses mengakibatkan sakit.

Misalnya saja saya mengirim sms ke seseorang, lalu sms itu tidak dibalas. Jika saya berpikiran negatif, saya merasa orang itu mengacuhkan atau marah dengan saya. Lalu saya berpikir apa salah saya? Apa yang harus saya lakukan? Apa perlu saya telpon dan memastikan sms itu sampai? Duh, kok malah jadi repot begini. Nah, itu terjadi jika kita berpikiran negatif. Coba saja berpikiran positif, mungkin orang tersebut sedang sibuk sehingga tidak sempat membalas sms atau mungkin pulsa sedang habis? Who knows. 



Karena itu salah satu cara untuk melawan life-toxins adalah dengan cara alami, yaitu berpikir positif. Murah meriah dan memiliki efek yang bermanfaat. Fight life-toxins naturally berarti kita harus melawan life-toxins tersebut secara natural, baik toxin fisik maupun emosional.

Bagaimana cara untuk berpikiran positif?. Perbanyak senyum, itu lumayan membantu membangkitkan hawa positif. Kemudian refresh diri sendiri dengan hal-hal yang menyegarkan dan menyenangkan. Misalnya saja mengkonsumsi sesuatu yang bikin happy atau mengadakan rekreasi dan melakukan hal-hal yang menyenangkan. Yang paling penting adalah bagaimana mengatur pikiran agar selalu positif dan tidak mengotori pikiran dengan hal-hal negatif. Mungkin banyak-banyak nonton film komedi kali ya biar banyak tertawa.

 

Senin, 18 Desember 2017

Kanker Serviks, Pembunuh Nomer 1 Bagi Kesehatan Wanita!



Kanker Serviks, Pembunuh Nomer 1 Bagi Kesehatan Wanita!

Kanker leher rahim atau lebih dikenal dengan kanker serviks merupakan momok menakutkan bagi kaum wanita. Kanker ini menyerang organ bagian depan rahim atau peralihan atara rahim dan vagina.
Pada bagian organ yang dalam istilah kedokteran disebut serviks uterus itu menjadi sasaran utama penyakit ini. Penyakit kanker ini adalah kanker yang muncul di sel-sel serviks yakni bagian bawah uterus yang berhubungan dengan organ reproduksi wanita.

Diperkirakan tahun yang akan datang setidaknya ada belasan ribu penderita baru dan lebih dari 5000 wanita akan meinggal karena kanker ini. Kebayakan kasus penyakit ini disebabkan oleh sebuah virus bernama Human Papilomavirus atau HPV.


Cukup kalian ketahui kanker serviks dapat menyerang wanita segala usia yang sudah pernah melakukan hubungan seksual. Maka dari itu untuk kalian para wanita harus waspada dan harus tahu apa saja gejala awal kanker yang satu ini.

Wajar saja penyakit ini mejadi penyakit yang paling dirtakuti oleh para wanita. Bukan hanya di Indoensia, kanker yang menyerang baian reproduksi wanita ini menjadi ancaman nomor satu bagi wanita diseluruh dunia.


Pada stadium awal kanker serviks tak ada gejala apakah sesorang itu telah terserang penyakit ganas ini. Namun pada stadium lanjut, gejala kanker akan mulai dirasakan oleh penderitanya. Gejala itu mulai dari sulit buang air kecil, mengalami nyeri di panggul, keputihan bercampur darah hingga terjadi pendarahan di organ vital.

Cara mencegah kanker ini ialah dengan menjaga perilaku hubugan intim secara sehat. Selain itu untuk mengetahui gejala awal agar tak cepat ditangani secara aktif memeriksakan diri ke dokter. Selain itu Anda kaum wanita juga bisa melakukan vaksinasi anti-kanker serviks.

Dikatakan oleh Founder and Chief Executive, Dr krisforus HD, SpPD menerakngan jika kanker yang satu ini menyumbang kematian cukup besar wanita di tanah air. Tercatat dari Riset Kesatan Dasar Kementerian Kesehatan RI sebanyak 58 wanita terjangkit penyakit ini dan kebanyak pada usia 26 tahun meninggal dunia.

Pemerintah pun kali ini mulai melakukan penanggulangan kanker serviks melalui vaksinasi. Pemberian vaksin HPV berfungsi sebagai pencegah seorang wanita terjangkit virus HPV penyebab kanker hingga 14 tahun mendatang.