IBX5A1391867A36C

Jumat, 08 Desember 2017

Cara Meningkatkan Stamina.



Cara Meningkatkan Stamina.

"Stamina" adalah kekuatan dan energi yang dibutuhkan seseorang untuk mengerahkan tenaga dalam jangka waktu yang lama. Istilah ini biasanya merujuk pada pengerahan tenaga yang diperlukan untuk melakukan aktivitas fisik seperti olahraga. Akan tetapi, stamina juga dapat berkaitan dengan pengerahan tenaga secara mental yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas atau menyelesaikan masalah yang sulit. Tingkatkan kedua jenis stamina ini agar Anda bisa menjalani hidup dengan lebih sehat.

Meningkatkan Stamina dengan Makanan.

Konsumsi makanan yang sehat dan seimbang. Makanan digunakan sebagai bahan bakar oleh tubuh untuk dijadikan energi. Makanan yang sehat dan seimbang membuat tubuh Anda berenergi dan sehat sehingga stamina Anda akan meningkat. Usahakan mengonsumsi makanan yang seimbang dan rendah lemak yang berisi banyak sayuran, buah-buahan, dan daging tanpa lemak. Untuk mendapatkan energi yang tahan lama, dokter juga menyarankan agar sepertiga dari makanan Anda berasal dari tepung dan karbohidrat (sebaiknya dari gandum utuh/whole wheat).

                Agar tubuh selalu mendapatkan pasokan energi, konsumsi makanan dalam porsi yang lebih kecil di sepanjang hari, bukan dengan makan satu atau dua kali sehari dalam jumlah besar.

-               Pilihlah camilan yang berasal dari sayuran mentah, buah-buahan, kacang-kacangan, dan protein tanpa lemak lain di sela-sela waktu makan. Bawalah kacang-kacangan dan buah yang menyediakan banyak energi ketika melakukan aktivitas dalam waktu yang lama, misalnya bersepeda, hiking, atau ketika belajar keras untuk menghadapi ujian akhir.

 

Jangan sampai kekurangan cairan. Banyak manfaat kesehatan yang bisa Anda dapatkan dengan meminum banyak air putih. Beberapa di antaranya adalah untuk membantu menurunkan berat badan, mencegah terbentuknya batu ginjal, dan sebagainya.[2] Air putih juga bisa meningkatkan stamina karena menekan rasa lelah pada otot. Jaringan otot yang mengalami dehidrasi tidak bisa menampilkan kinerja yang baik, jadi jagalah stamina dengan meminum kira-kira setengah liter air putih beberapa jam sebelum melakukan latihan berat.[3] Apabila Anda akan melakukan lari jarak jauh atau latihan dalam waktu yang lama, bawalah banyak cairan agar Anda bisa meminumnya nanti ketika haus.

-               Apabila Anda lebih menyukai minuman yang beraroma, cobalah mengonsumsi minuman olahraga seperti Powerade, Gatorade, dsb. Minuman ini menyediakan manfaat tambahan yaitu mengganti elektrolit tubuh (nutrisi penting yang menunjang fungsi otot yang ikut terbuang ketika Anda berkeringat).[4] Akan tetapi, minuman ini banyak mengandung kalori, sehingga tidak cocok bagi Anda yang juga ingin menurunkan berat badan.

 -               Jangan mengonsumsi minuman energi yang mengandung kafeina secara berlebihan. Minuman ini memang bagus untuk meningkatkan stamina dalam jangka pendek, tetapi bisa melemahkan stamina dalam jangka panjang.

   Membangun Stamina Fisik

 Lakukan banyak latihan fisik. Walaupun ini bisa membuat Anda lelah dalam jangka pendek, latihan fisik akan meningkatkan energi dan stamina secara keseluruhan dalam jangka waktu yang lama. Agar kesehatan dan stamina Ada meningkat, luangkan waktu untuk berolahraga secara teratur. Bagi orang dewasa, disarankan agar melakukan latihan kardiovaskular tingkat sedang selama minimal 150 menit dalam seminggu (atau latihan kardiovaskular intensif selama 75 menit), disertai dengan latihan kekuatan minimal dua kali dalam seminggu.[5]

 

-               Latihan kardiovaskular, seperti berlari, aerobik, menari, dan bersepeda, akan melatih paru-paru dan jantung, sehingga meningkatkan kemampuan tubuh untuk memasok oksigen ke otot. Sebagai hasilnya, latihan kardiovaskular membuat daya tahan dan stamina tubuh akan meningkat secara bertahap (dan tingkat kelelahan akan menurun).

-               Latihan kekuatan, misalnya angkat beban dan latihan kekuatan tubuh (sit up, push up, dsb.) akan membangun stamina otot secara bertahap (selain ukuran, kekuatan, dan bentuk otot). Seiring berjalannya waktu, Anda akan bisa mengangkat beban yang lebih berat dalam waktu yang lebih lama.


Lakukan aktivitas fisik yang Anda sukai. Anda bisa lebih mudah mengerahkan tenaga fisik yang akan meningkatkan stamina jika aktivitas tersebut sangat Anda sukai, daripada sesuatu yang tidak Anda nikmati. Atur latihan Anda dengan menyertakan segala aktivitas yang Anda sukai. Ini bisa berupa aktivitas yang telah Anda kuasai, atau bisa juga sesuatu yang belum pernah Anda coba. Apabila Anda tidak yakin latihan apa yang Anda sukai, lakukan eksperimen dengan melakukan berbagai jenis latihan yang berbeda selama satu atau dua minggu. Misalnya, mungkin ternyata Anda menyukai latihan berdampak rendah seperti bersepeda dan berenang daripada latihan lari yang biasa Anda lakukan, atau mungkin Anda menemukan kenyataan yang sebaliknya!

Jalani kehidupan dengan aktif. Mungkin Anda tidak memiliki waktu untuk berolahraga apabila Anda sangat sibuk. Untungnya, dengan terus bergerak di sepanjang hari, Anda bisa mengurangi beberapa efek negatif yang terjadi karena kurangnya latihan secara rutin. Jangan hanya duduk diam dalam jangka waktu yang lama, karena hampir semua jenis gerakan merupakan hal yang baik untuk kesehatan jantung; lebih banyak bergerak tentu lebih baik. Daripada naik kendaraan untuk ke tempat kerja, lebih baik Anda berjalan kaki atau naik sepeda. Apabila Anda harus duduk di depan komputer di sepanjang hari, gunakan meja kerja berdiri (standing desk) atau walking desk (meja yang di bawahnya ada treadmill) daripada duduk. Pakailah pedometer (alat untuk mengukur langkah kaki) dan berusahalah untuk berjalan 10.000 langkah dalam sehari. Semakin banyak Anda aktif bergerak, kesehatan dan stamina Anda secara keseluruhan akan semakin baik.

 Ajak orang lain untuk bergabung dengan Anda. Apabila Anda merasa tidak mampu meningkatkan stamina dengan melakukannya sendiri, cobalah mengajak teman untuk melakukan aktivitas bersama Anda. Percaya atau tidak, aktivitas fisik bisa dilakukan dengan lebih mudah jika Anda melakukannya bersama teman-teman. Teman bisa memberi dorongan ketika Anda mulai lelah. Kata-kata mereka bisa menjadi obat yang manjur agar Anda tetap bersemangat. Pada akhirnya, kehadiran teman membuat Anda tidak ingin berhenti, karena Anda ingin membuat mereka terkesan dengan mengeluarkan kemampuan hingga batas maksimal.


-               Rekan latihan tidak harus teman. Anda bisa mengajak anak-anak, tetangga, atau anjing peliharaan untuk melakukan aktivitas latihan sehari-hari. Anda juga bisa bergabung dengan pusat kebugaran yang akan menawarkan Anda untuk berpasangan dengan teman latihan. Anda juga dapat mengikuti kelas latihan dan bertemu dengan teman-teman baru yang memiliki tujuan kebugaran yang sama dengan Anda.

Beristirahatlah dalam jumlah yang cukup. Walaupun melakukan latihan dengan aktif adalah hal yang penting, beristirahat dalam jumlah yang cukup juga merupakan hal penting untuk mendapatkan stamina yang baik. Tidur malam yang baik membuat Anda segar, berenergi, dan fokus, sehingga Anda bisa mengerahkan seluruh kekuatan fisik. Di sisi lain, kurang beristirahat bisa membuat Anda lemah dan memiliki kinerja yang buruk. Kebiasaan tidur yang buruk bisa menimbulkan beberapa masalah kesehatan yang berdampak negatif terhadap stamina, misalnya bertambahnya berat badan, tekanan darah tinggi, dan sakit.[6]

-               Walaupun kebutuhan tidur tiap-tiap orang tidak sama, National Sleep Foundation menyarankan agar orang dewasa tidur sekitar 7 hingga 9 jam dalam semalam.[7] Tidur kurang dari 6 jam dalam semalam biasanya dianggap tidak sehat dan bisa menimbulkan beberapa masalah kesehatan seperti yang disebutkan di atas.

 Tingkatkan target stamina yang harus Anda capai secara bertahap. Setiap latihan yang Anda jalani untuk meningkatkan stamina harus dilakukan secara bertahap. Jika Anda berlatih terlalu keras lebih dini, mungkin Anda akan kelelahan dan akhirnya menyerah. Sebaiknya Anda menetapkan tujuan yang spesifik dan sederhana sebagai batu loncatan untuk meraih tujuan utama, misalnya berlari sejauh 1 km di saat awal, kemudian dalam dua minggu ditingkatkan menjadi 2 km, lalu 5 km, dan akhirnya 10 km. Rayakan setiap pencapaian kecil sebagai suatu prestasi. Tetaplah semangat, dan jangan menyerah!

-       Untuk latihan kardiovaskular, mulailah secara perlahan, lalu tingkatkan denyut jantung secara bertahap dan pertahankan denyut jantung tersebut selama tidak lebih dari 30 menit di saat awal. Tingkatkan intensitas dan durasi latihan dengan interval yang singkat dan realistis hingga tujuan Anda tercapai. Dalam beberapa bulan, mungkin Anda akan memperoleh kemajuan yang pesat tanpa merasakan perubahannya!

-       Untuk latihan kekuatan, mulailah dengan beban yang mudah diangkat. Tambahlah berat beban di barbel atau mesin latihan sedikit demi sedikit. Sebagai alternatif, apabila Anda melakukan latihan beban untuk membentuk tubuh, modifikasi latihan Anda agar bisa dilakukan dengan lebih mudah. Misalnya dengan merendahkan kaki ketika melakukan push up, atau melakukan crunch untuk menggantikan sit up. Tingkatkan berat beban, resistansi, atau intensitas latihan secara bertahap untuk membangun kekuatan secara perlahan dari waktu ke waktu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar