IBX5A1391867A36C

Jumat, 01 Desember 2017

Jangan Takut Belajar Dari Kesalahan



Jangan Takut Belajar Dari Kesalahan

HarianBernas.com - Dalam sebuah artikel di salah satu koran nasonal ada satu kutipan dari Rhenald Kasali yang menarik perhatian saya “sebab orang-orang yang tak pernah berbuat kesalahan sebenarnya adalah orang yang tak pernah berbuat apa-apa”. 
Dalam kehidupan sehari-hari kesalahan seringkali masih sering dianggap sesuatu yang harus dihindari karena bisa membuat satu noda atau menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan. Hal itu bahkan sudah mulai ditanamkan sejak kecil. Banyak orang tua sedikit-dikit melarang si buah hati untuk misalnya jangan lari nanti jatuh, jangan mainan oli nanti kotor, jangan ini jangan itu. Akhirnya yang tertanam di adalah lari itu berbahaya, oli itu bisa membikin kotor baju dan sebagainya.
Saya punya pengalaman menarik, soal bagaimana melalui deretan kesalahan saya banyak belajar dan menguasai ilmu baru. Ilmu yang saya maksud ini ada kaitanya dengan hobi baru saya memelihara ikan hias.


Sebenarnya kurang tepat juga menyebut ini sebagai hobi baru sebab, dulu waktu masih duduk di bangku sekolah dasar saya sudah akrab dengan ikan hias, waktu itu saya memelihara jenis ikan moly, koki, dan betta. Bedanya dulu saya memelihara ikan hias di kolam sedangkan sekarang di aquarium.
Memeilihara ikan hias di aquarium bagi awalnya kelihatan mudah, kita cukup beli aquarium yang bagus, ikan yang sesuai, lalu isi air dan ikan hias bisa hidup dengan nyaman di sana. Tapi apakah semudah itu? Ternyata saya salah.
Jenis aquarium yang pertama kali saya beli adalah model toples kaca. Kebetulan saya mendapatkan aquarium ini saat lewat daerah Singosaren, Solo. Rencananya aquarium ini sebagai tempat baru bagi salah satu ikan cupang saya dan ikan lemon yang saya beli saat perjalanan pulang.
Setelah wadah saya cuci bersih air ikan tidak langsung saya masukkan tapi saya taruh dalam sebuah ember berisi air dengan kondisi masih di dalam plastik. Langkah ini menurut seorang penjual ikan yang pernah saya temui di sekitaran UGM tujuannya agar ikan tidak stres dan beradaptasi dengan lingkungan baru.


Menunggu beberapa saat, air dan ikanpun saya masukan kedalam toples kaca tersebut. Total ada 3 ekor ikan yang saya masukkan, ikan cupang dan 2 ikan lemon. Ikan cupang bisa dengan mudah beradaptasi namun ikan lemon bergerak terlalu aktif.
Awalnya saya kira ini wajar namun malam hari ikan-ikan itu melompat dari wadah dan nasibnya beberapa hari kemudian ikan itu mati. Setelah matinya ikan lemon itu akhirnya ikan cupang saya pisah dan ganti ikan lain. Namun, hasilnya tetap saja beberapa ikan pengganti harus mengalami nasib yang sama.
Setelah banyak membaca di forum internet dan mencoba-coba akhirnya saya berhasil memelihara ikan di toples. Ternyata untuk toples ukuran kecil cukup satu ikan maskoki saja. Ikan itu pun bisa bertahan hidup di toples kaca.

Karena memelihara di toples kaca belum cukup memuaskan, saya membeli aquarium kaca kecil. Kebetulan juga ikan-ikan dijual dengan harga murah. Saya beli 2 ekor maskoki dan 3 ekor ikan komet. Sesampainya di rumah ikan tersebut saya masukan dalam aquarium ditambah ikan maskoki keci yang semula hidup di toples. Agar bertahan tak lupa saya beli aerasi.
Hari pertama ikan-ikan itu bertahan, begitu juga dengan hari ketiga, namun di hari keempat sepulang saya balik dari luar kota satu persatu ikan bertumbangan. Tak ingin ikan yang mati bertambah terus saya membeli filter supaya air tetap jernih eh ternyata hasilnya sama ikan-ikan tetap mati hingga tinggal 2 ekor saja.
Rupanya dari kejadian ini saya dapat ilmu baru, dari seorang penjual ikan yang kebetulan lewat di daerah karanggede memberi tips menaburkan garam butiran. Bagaimana hasilnya tips ini cukup manjur hingga kini ikan saya masih bertahan bahkan setelah menambahkan anggota baru.
Sekarang saya sedikit banyak tahu ilmu soal ikan hias, semua berawal dari kesalahan dan ilmu yang saya dapat dari entah itu internet atau penjual ikan langsung. Memang ada banyak kesalahan demi kesalahan yang saya lakukan tapi dengan terus belajar saya menemukan kunci jawaban terbaik.
Jadi, saat Anda harus segera melangkah untuk melakukan satu hal, asal sudah memiliki bekal jangan takut segeralah melangkah jangan takut salah. Sebab orang-orang yang tak pernah berbuat kesalahan sebenarnya adalah orang yang tak pernah berbuat apa-apa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar