IBX5A1391867A36C

Selasa, 05 Desember 2017

Tips Manajemen Waktu yang Akan Merubah Hidup Anda



Tips Manajemen Waktu yang Akan Merubah Hidup Anda

Jika anda ingin membuat perubahan nyata dalam hidup anda, anda harus terlebih dahulu memulai dengan belajar bagaimana secara efisien mengelola waktu anda. Siapa pun yang mengetahui bagaimana mengelola waktu, akan juga mengetahui bagaimana mengelola hidup. Manajemen waktu yang baik adalah tentang prioritas yang tepat, baru setelah itu tercipta manajemen yang tepat untuk hidup anda. Kualitas hidup anda tergantung pada manajemen yang cerdas dari waktu anda dan bukan oleh jumlah energi yang anda konsumsi pada apa yang anda lakukan.

Apakah anda selalu merasa kehabisan waktu dan anda tidak dapat melakukan apa yang dijadwalkan?, Apakah anda selalu merasa bahwa anda tidak memiliki cukup waktu untuk diri sendiri?, Apakah anda merasa bahwa anda hidup dan bekerja di lingkungan yang penuh tekanan tanpa hasil positif?
Jika jawaban untuk salah satu pertanyaan di atas adalah YA, maka sudah saatnya untuk mengubah hidup anda dan mulai menghabiskan waktu anda dengan bijaksana dan efisien. Anda harus berjanji pada diri anda sendiri bahwa anda akan menjadi lebih terorganisasi dan fokus pada tujuan anda dan bahwa anda akan menggunakan waktu untuk kebaikan anda sendiri.

1. Menguasai daftar hal-hal yang harus anda lakukan (to-do lists). To-do lists yang baik dan efisien haruslah mencakup tugas-tugas dan kegiatan anda saat ini serta tugas-tugas yang harus diselesaikan dalam waktu dekat. Untuk setiap item dalam daftar, anda harus menentukan kapan dan berapa banyak waktu yang anda butuhkan untuk menyelesaikannya. Tugas yang berulang dapat direncanakan untuk hari-hari tertentu di mana anda memiliki waktu yang tepat untuk menyelesaikannya.
Anda tidak boleh meremehkan pentingnya perencanaan tugas-tugas anda. Sebuah rencana yang baik dan akurat dapat memberikan anda kontrol yang besar dari waktu anda. Anda harus menyadari apa yang terpenting bagi anda dan menempatkannya pada urutan atas di daftar anda.
 
2. Buat rencana SMART (Specific-Measureable-Achievable-Reasonable-Timeline). Rencanakan tugas yang paling sulit di awal setiap minggu sehingga anda akan lebih santai menjelang akhir minggu dan sebelum akhir pekan. Tugas yang sulit lebih baik dijadwalkan di awal minggu (Senin atau Selasa), sementara tugas-tugas yang lebih mekanis atau rutin di sekitar pertengahan minggu, dan mendekati akhir minggu (Kamis dan Jumat) waktu anda bisa sedikit lebih bebas dan santai karena di kedua hari ini telah menumpuk kelelahan dan stres sebagai akibat dari pekerjaan di hari-hari sebelumnya.


3. Belajarlah untuk mengatur prioritas anda. Anda harus belajar bagaimana secara efisien mengatur prioritas-prioritas anda. Tugas yang paling penting harus berada di peringkat lebih tinggi dalam daftar. Cobalah untuk menerapkan prinsip Pareto di mana 80 % dari prestasi anda dihasilkan dengan melakukan 20 % usaha anda. Dengan kata lain, cobalah untuk bekerja cerdas dan sederhana. Jangan mengabaikan tugas-tugas penting anda untuk mencapai hasil yang tidak signifikan.

4. Kunci manajemen waktu yang sukses adalah delegasi. Kunci sukses manajemen waktu adalah delegasi. Jangan mencoba untuk menyelesaikan semua tugas sendirian. Kenali mana tugas yang dapat diselesaikan oleh orang lain dan delegasikan pekerjaan tersebut kepada mereka. Ini adalah satu-satunya cara dimana anda dapat memiliki waktu yang diperlukan untuk menangani tugas-tugas yang benar-benar penting bagi anda. Pada saat yang sama, apa yang anda pilih untuk dikerjakan, lakukanlah dengan benar pertama kalinya demi menghemat waktu karena mengerjakan pekerjaan berulang. Pengalaman menunjukkan bahwa waktu yang anda perlukan untuk mengulang pekerjaan anda akan lebih banyak dihabiskan dibanding waktu yang anda perlukan untuk mengerjakan pekerjaan secara benar dari awal. Delegasi adalah seni yang dapat memberikan banyak manfaat bagi orang-orang yang harus melakukan banyak kegiatan.


5. Jangan takut untuk mengatakan ‘TIDAK’. Anda harus belajar untuk sekali-sekali mengatakan TIDAK dan menolak tugas-tugas yang tidak dapat anda lakukan. Jika anda kehabisan waktu dan merasa stres, maka lebih baik untuk menolak undangan pergi makan siang atau makan malam keluarga. Anda harus menyadari bahwa anda tidak dalam kewajiban untuk mempersingkat segalanya dalam sekejap. Anda harus belajar untuk memilih tugas yang anda benar-benar ingin lakukan atau yang perlu diselesaikan.
6. Membagi tugas yang panjang dalam kegiatan yang lebih kecil. Teknik lain yang akan membantu anda dalam manajemen waktu adalah dengan memecah tugas-tugas panjang yang biasanya anda tidak ingin melakukannya atau terlalu sulit menjadi beberapa kegiatan yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola. Ini akan mengelola baik stres maupun waktu anda. Anda misalnya, dapat meluangkan waktu 10 menit setiap hari untuk bekerja pada tugas yang tidak menyenangkan atau panjang. Dengan menggunakan pendekatan ini, secara bertahap anda akan memiliki beberapa kemajuan, anda akan merasa lebih baik dan pada akhirnya anda akan dapat menyelesaikan aktifitas dengan cepat daripada terus menerus menunda hal tersebut.

7. Perfeksionisme membutuhkan waktu. Anda harus mencoba menghindari kesempurnaan. Berkutat tanpa akhir dalam mencari kesempurnaan untuk hal-hal sepele adalah buang-buang waktu dan tidak akan memberikan anda cukup waktu untuk menangani tugas-tugas yang lebih berguna dan mungkin lebih menyenangkan.

8. Kenali waktu dimana anda lebih produktif. Adalah normal bahwa kinerja Anda tidak sama sepanjang waktu. Ada saat-saat dimana anda lebih produktif sementara di saat lain produktivitas anda menurun karena berbagai alasan. Fase ini dapat terjadi pada hari yang sama. Dengan asumsi bahwa anda bekerja 8 jam sehari, ini memberi anda sekitar 1.800 jam kerja per tahun. Temukan periode waktu dimana anda lebih produktif dan di saat tersebut cobalah untuk menangani tugas yang paling sulit.

9. Cobalah untuk tidak menunda hal-hal untuk nanti. Anda perlu belajar untuk mengatasi setiap tugas dan masalah ketika perlu ditangani. Cobalah untuk tidak menunda kegiatan untuk lain waktu, karena di bawah tekanan waktu anda lebih mungkin untuk melakukan kekeliruan dan mengambil keputusan yang salah.

10. Hindari hal-hal yang dapat mengalihkan perhatian anda. Selama jam kerja, cobalah untuk menemukan saat-saat di mana tidak ada yang bisa mengganggu anda melakukan aktivitas. Jika anda memiliki kebijakan pintu terbuka, anda mungkin harus menutupnya sesekali. Jika seseorang datang ke kantor anda ketika anda memiliki tugas yang harus diselesaikan, tolaklah secara lembut permintaannya dan jadwalkan waktu lain untuk bertemu dengan mereka.

11. Jangan lupa diri anda sendiri. Ketika anda membuat rencana, jangan lupa menyertakan kegiatan yang berkaitan dengan kesenangan dan waktu istirahat untuk anda sendiri. Selama waktu ini, pastikan bahwa anda benar-benar berhenti dari pekerjaan anda, santailah dan isi ulang baterai anda. Jika diperlukan cobalah untuk tidur selama setengah jam dan selama waktu itu lakukan sesuatu yang anda sukai dan membuat anda tenang. Setengah jam memang tidak membuat perbedaan dalam tidur anda, tetapi dapat memberikan kepuasan dan mempersiapkan anda lebih baik di hari berikutnya. Beri penghargaan untuk diri anda sendiri ketika anda berhasil menyelesaikan pekerjaan yang melelahkan.

12. Menganalisa dimana anda menghabiskan waktu anda. Untuk dapat mengoptimalkan waktu anda lebih baik, anda harus terlebih dahulu memahami di mana anda menghabiskan waktu anda. Untuk melakukan itu, anda dapat menggunakan log (catatan rekaman) untuk merekam aktivitas anda. Anda harus melakukan itu selama 2-3 minggu. Dalam log, anda harus mencatat semua yang anda lakukan per jam ketika anda terjaga, berapa banyak waktu yang anda alokasikan untuk setiap tugas, aktivitas, pertemuan dan berapa banyak waktu yang anda alokasikan untuk istirahat dan tidur. Setelah anda memiliki informasi ini di log, anda dapat mulai menganalisa di mana anda menghabiskan waktu anda dan buatlah perubahan yang diperlukan untuk mengoptimalkan waktu anda. Anda harus fokus pada kegiatan yang paling penting untuk diselesaikan. Hindari kegiatan atau tugas yang tidak memberikan nilai tambah. Sebagai contoh, setelah dilihat pada log anda, anda melakukan pengecekan email sebanyak 10 kali dalam sehari; anda harus meminimalkan menjadi hanya beberapa kali per hari.

13. Selalu rencanakan waktu untuk kegiatan tak terduga. Masukkan dalam rencana anda waktu ekstra untuk tugas-tugas dan kegiatan tak terduga. Revisi rencana anda secara teratur dan alokasikan waktu untuk kegiatan tak terduga. Hal-hal yang beresiko akan memakan waktu anda misalnya masalah dengan PC anda, dan miliki solusi alternatif yang untuk mengatasinya.
Manajemen waktu adalah suatu keterampilan yang memerlukan waktu untuk menguasainya sehingga mulailah bekerja dengannya! Pada akhirnya, manajemen waktu akan memberi anda waktu tambahan yang anda butuhkan untuk dapat menikmati apa yang paling penting bagi anda dan mengubah hidup anda menjadi lebih baik.

Senin, 04 Desember 2017

Manfaat dan jenis olah raga yang tepat untuk ibu hamil



Manfaat dan jenis olah raga yang tepat untuk ibu hamil

1.    Senam kegel. Senam ini memiliki banyak manfaat bagi ibu hamil. Senam kegel selain dapat mempertahankan berat badan idea ibu hamil, senam ini juga dapat mengurangi rasa nyeri akibat perubahan tubuh, serta melancarkan proses kelahiran bayi. Biasakan senam kegel di usia kehamilan awal, karena hal ini memberikan hasil lebih optimal.

2.    Senam pilates. Sama seperti halnya senam kegel, senam ini bermanfaatnya untuk menguatkan otot-otot dan mencegah rasa sakit. Disarankan mintalah pelatih untuk menjadi instruktur senam. Karena senam ini membutuhkan pelatihan dasar terlebih dahulu.

3.   Streching. Ibu hamil mampu menurunkan resiko komplikasi kehamilan dan menurunkan resiko iritasi pada kehamilan dengan melakukan streching. Olahraga ini juga bisa dikombinasikan dengan olahraga lain (sebgai pemanasan) sebelum melakukan olahraga. Streching sangat baik dilakukan di usia kehamilan trimester pertama.

4.      Aerobik ringan. Aerobik memang cukup bermanfaat untuk ibu hamil, karena dapat membantu menyehatkan jantung, mencegah ambeien dan meningkatkan kadar oksigen. Akantetapi adabaiknya sebelum melakukan senam aerobic, konsultasikan terlebih dahulu pada dokter, apakah kandungan anda aman untuk melakukan aerobic ringan.

5.  Yoga. Jenis olahraga ini baik dilakukan sejak hamil muda dan seiring pertambahan usia kehamilan. Teknik relaksasi pada senam yoga memiliki manfaat baik untuk mempersiapkan diri menghadapi persalinan normal. Bukan hanya menyehakan, tapi senam yoga juga bisa memberikan ketenangan pada ibu hamil.

6.     Berenang. Ini adalah salah satu olahraga terbaik yang bisa dilakukan oleh ibu hamil. Berenang dapat mengurangi tekanan pada punggung dan kaki ibu hamil yang mudah lelah. Selain itu, olahraga ini juga bermanfaat untuk seluruh tubuh tanpa membuat ibu hamil merasa capek. Jika mulai lelah, mulailah dengan cara mengambang saja di air.

7.      Itulah beberapa manfaat dan jenis olahraga yang bisa dicoba ibu hamil. Setiap ibu hamil memiliki perbedaan kondisi untuk kehamilan dan kesehatan.Sehingga disaranakan sebelum melakukan jenis olahraga yang dipilih oleh ibu hamil berkonsultasi dengan dokter .


Disarankan ibu hamil harus meluangkan waktunya untuk berolahraga supaya kebugaran tubuhnya tetap terjaga. Tentunya dengan olahraga yang sesuai dengan kondisi kehamilan ibu. Selain menyenangkan, kegiatan ini bisa dilakukan sendiri di rumah atau di tempat lain seperti arena olahraga, atau di pusat pelatihan.

Selain itu perubahan yang dialami oleh ibu hamil sebaiknya sering-seringlah untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai olahraga yan terbaik sesuai dengan kondisi ibu hamil jangan jenis olahraga yang tidak bisa dilakukan bagi ibu hamil. Setiap ibu hamil memiliki perbedaan kondisi untuk kehamilan dan kesehatan mereka,karena itu perhatikanlah kondisi tubuh dan janin anda. Jangan melakukan aktivitas atau olahraga yang berlebihan, karena hal ini beresiko bagi janin anda.

Jumat, 01 Desember 2017

Jangan Takut Belajar Dari Kesalahan



Jangan Takut Belajar Dari Kesalahan

HarianBernas.com - Dalam sebuah artikel di salah satu koran nasonal ada satu kutipan dari Rhenald Kasali yang menarik perhatian saya “sebab orang-orang yang tak pernah berbuat kesalahan sebenarnya adalah orang yang tak pernah berbuat apa-apa”. 
Dalam kehidupan sehari-hari kesalahan seringkali masih sering dianggap sesuatu yang harus dihindari karena bisa membuat satu noda atau menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan. Hal itu bahkan sudah mulai ditanamkan sejak kecil. Banyak orang tua sedikit-dikit melarang si buah hati untuk misalnya jangan lari nanti jatuh, jangan mainan oli nanti kotor, jangan ini jangan itu. Akhirnya yang tertanam di adalah lari itu berbahaya, oli itu bisa membikin kotor baju dan sebagainya.
Saya punya pengalaman menarik, soal bagaimana melalui deretan kesalahan saya banyak belajar dan menguasai ilmu baru. Ilmu yang saya maksud ini ada kaitanya dengan hobi baru saya memelihara ikan hias.


Sebenarnya kurang tepat juga menyebut ini sebagai hobi baru sebab, dulu waktu masih duduk di bangku sekolah dasar saya sudah akrab dengan ikan hias, waktu itu saya memelihara jenis ikan moly, koki, dan betta. Bedanya dulu saya memelihara ikan hias di kolam sedangkan sekarang di aquarium.
Memeilihara ikan hias di aquarium bagi awalnya kelihatan mudah, kita cukup beli aquarium yang bagus, ikan yang sesuai, lalu isi air dan ikan hias bisa hidup dengan nyaman di sana. Tapi apakah semudah itu? Ternyata saya salah.
Jenis aquarium yang pertama kali saya beli adalah model toples kaca. Kebetulan saya mendapatkan aquarium ini saat lewat daerah Singosaren, Solo. Rencananya aquarium ini sebagai tempat baru bagi salah satu ikan cupang saya dan ikan lemon yang saya beli saat perjalanan pulang.
Setelah wadah saya cuci bersih air ikan tidak langsung saya masukkan tapi saya taruh dalam sebuah ember berisi air dengan kondisi masih di dalam plastik. Langkah ini menurut seorang penjual ikan yang pernah saya temui di sekitaran UGM tujuannya agar ikan tidak stres dan beradaptasi dengan lingkungan baru.


Menunggu beberapa saat, air dan ikanpun saya masukan kedalam toples kaca tersebut. Total ada 3 ekor ikan yang saya masukkan, ikan cupang dan 2 ikan lemon. Ikan cupang bisa dengan mudah beradaptasi namun ikan lemon bergerak terlalu aktif.
Awalnya saya kira ini wajar namun malam hari ikan-ikan itu melompat dari wadah dan nasibnya beberapa hari kemudian ikan itu mati. Setelah matinya ikan lemon itu akhirnya ikan cupang saya pisah dan ganti ikan lain. Namun, hasilnya tetap saja beberapa ikan pengganti harus mengalami nasib yang sama.
Setelah banyak membaca di forum internet dan mencoba-coba akhirnya saya berhasil memelihara ikan di toples. Ternyata untuk toples ukuran kecil cukup satu ikan maskoki saja. Ikan itu pun bisa bertahan hidup di toples kaca.

Karena memelihara di toples kaca belum cukup memuaskan, saya membeli aquarium kaca kecil. Kebetulan juga ikan-ikan dijual dengan harga murah. Saya beli 2 ekor maskoki dan 3 ekor ikan komet. Sesampainya di rumah ikan tersebut saya masukan dalam aquarium ditambah ikan maskoki keci yang semula hidup di toples. Agar bertahan tak lupa saya beli aerasi.
Hari pertama ikan-ikan itu bertahan, begitu juga dengan hari ketiga, namun di hari keempat sepulang saya balik dari luar kota satu persatu ikan bertumbangan. Tak ingin ikan yang mati bertambah terus saya membeli filter supaya air tetap jernih eh ternyata hasilnya sama ikan-ikan tetap mati hingga tinggal 2 ekor saja.
Rupanya dari kejadian ini saya dapat ilmu baru, dari seorang penjual ikan yang kebetulan lewat di daerah karanggede memberi tips menaburkan garam butiran. Bagaimana hasilnya tips ini cukup manjur hingga kini ikan saya masih bertahan bahkan setelah menambahkan anggota baru.
Sekarang saya sedikit banyak tahu ilmu soal ikan hias, semua berawal dari kesalahan dan ilmu yang saya dapat dari entah itu internet atau penjual ikan langsung. Memang ada banyak kesalahan demi kesalahan yang saya lakukan tapi dengan terus belajar saya menemukan kunci jawaban terbaik.
Jadi, saat Anda harus segera melangkah untuk melakukan satu hal, asal sudah memiliki bekal jangan takut segeralah melangkah jangan takut salah. Sebab orang-orang yang tak pernah berbuat kesalahan sebenarnya adalah orang yang tak pernah berbuat apa-apa.

Menjaga Kesehatan Psikis si Buah Hati



Menjaga Kesehatan Psikis si Buah Hati

Memelihara kesehatan psikis anak adalah hal yang sangat penting untuk senatiasa diupayakan orangtua. Sebisa mungkin, jangan memberi kesempatan mereka untuk terluka. Mengenai hali ini, patut kita teladani apa yang dilakukan oleh raslullah shalallahu ‘alaihi wasalam.
Suatu saat, beliau sedang menggendong bayi salah seorang sahabat. Tiba-tiba si bayi mengencingi baju beliau. Spontan si ibu merenggut si bayi dari bopongan rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam sambil berteriak histeris. Si bayi pun menangis karena terkejut. Dengan bijak, rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam menasihatkan bahwa itu tak perlu dilakukan karena tangis bayi akibat renggutan in tadi tak akan hilang bekasnya dan akan menbawa pengaruh terhadap jiwanya.


Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam terkenal sangat pengasih dan penyayang kepada anak anak dengan amat hati hati menjaga agar seorang bayi tidak sampai menangis. Kenapa? Karena tangis bayi berarti tanda protes. Mungkin perasaannya terluka. Ini perlu dihindarkan meski juga bukan berarti bayi tidak boleh menangis sama sekali. Ada kalanya tangis bayi juga diperlukan untuk memelihara organ organ  dalam tubuhnya. Terkadang, tangis si bayi juga  menjadi hal yang biasa kala si bayi sedang berproses mengurangi egosentrismenya untuk bisa semakin dewasa.


Yang perlu diperhatikan adalah tangis yang disebabkan oleh terlukanya psikologis mereka. Pada anak yang lebih besar, luka psikologis tidak selalu ditandai dengan tangis. Tanda-tandanya bisa lebih majemuk, seperti merajuk, memberontak, mengompol dan masih banyak lagi. Atau malah sebaliknya, tidak tampak sehingga sulit terdeteksi. Namun, bagi orangtua semestinya sudah paham perilaku khas anak anaknya sehingga mereka harus menjadi orang yang pertama kali tahu kapan anaknya terluka hatinya.


Namun, dalam kenyataannya, menjaga kesehatan psikologis anak sangat sulit. Tak ada anak yang tidak memiliki rasa takut. Juga perasaan tegang, gelisag dan khawatir. Mustahil jika anak bisa dihindarkan dari hal halyang menjadi penyebab timbulnya perasaan perasaan itu.
Katakan lah misalnya keperluan pengobatan seperti apa yang dialami orang sakit. Mungkin juga kematian, perpisahan dengan sahabat, ejekan yang menyakitkan hati, kegagalan, kecelakaan dan masih banyak lagi lainnya. Penyebab ini kadangkala diluar dugaan orang tua. Peristiwa pindah rumah, misalnya, bagi orang tua adalah hal yang biasa. Namun bagi abak yang sudah menemukan tempat dan teman yang cocok di rumah lama dan akan menghadapi penyesuaian yang tak mudah di tepmat baru, itu bisa membuatnya menajdi ketakutan. Jangankan pndah, sekedar kehilangan mainan saja bisa menjadikan mereka sedih berlarut-larut
Penyelesaian bisa dicapai bukan dengan lari dan menghindar dari permasalahan. Sebaliknya, suatu masalah bisa diselesaikan dengan memberi bekal persiapan mental bagi anak anak dalam menghadapi situasi dan kondisi yang mungkin melukai hati mereka..